Dwi, Bambang Putut Setiyadi (2016) BENTUK-BENTUK EUFEMISME YANG MENJERUMUSKAN DALAM WACANA PERCAKAPAN. Prosiding Seminar Nasional : Memperkukuh Peran APROBSI dalam Mewujudkan Peran Kemitraan Dan Pemberdayaan Program Studi Bahasa Dan Sastra Indonesia Yang Mandiri. pp. 61-70. ISSN 978-602-73267-5-0
Text
Artikel_SEMNAS Aprobsi_DB Putut Setiyadi.pdf Download (193MB) |
|
Text
13_Turn_BENTUK_BENTUK_EUFEMISME_16 %.pdf Download (1MB) |
Abstract
Pemilihan kosa kata menjadi faktor penentu dalam wacana percakapan, sehingga sering orang menciptakan eufemisme dalam wacana percakapan. Munculnya bentuk-bentuk yang bertujuan untuk menyatakan kesantunan tidak ada salahnya dieufemismekan, sedangkan bentuk-bentuk yang dipakai untuk menyatakan ketidaksantunan atau menyatakan perbuatan negatif tidak perlu dieufemismekan, bahkan harus didesfemismekan. Pemakaian bentuk eufemisme yang menjerumuskan yang dipakai untuk menyatakan perbuatan yang negatif, memalukan, melanggar hukum, dan pranata sosial kiranya perlu dihindari agar membuat pelakunya malu melakukan dan memiliki daya pengaruh yang tinggi kepada pelakunya untuk tidak melakukan perbuatannya yang memalukan tersebut. Hal itu juga untuk menimbulkan efek jera para pelaku perbuatan itu. Jadi, tidak semua kata bisa dieufemismekan menjadi kata-kata yang indah dan halus didengar dalam wacana percakapan.
Item Type: | Article |
---|---|
Subjects: | P Language and Literature > P Philology. Linguistics |
Divisions: | Program Pasca Sarjana > Pendidikan Bahasa |
Depositing User: | Unwidha Perpustakaan Unwidha |
Date Deposited: | 23 Jun 2021 02:22 |
Last Modified: | 17 May 2023 03:20 |
URI: | http://repository.unwidha.com:880/id/eprint/2323 |
Actions (login required)
View Item |